MAKALAH
PSIKOLOGI REMAJA
PERKEMBANGAN FISIK PADA REMAJA
Disusun Oleh :
Silvina Erna (141434011)
Fransiska Awang Nilamaya (141434026)
Maria Lestari Wea Betu (141434073)
Maria Gabriela Walman Ratu (141434078)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang telah
melimpahkan rahmat dan berkatNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah Perkembangan Fisik Remaja ini sesuai dengan waktu yang telah
direncanakan. Sebagaimana diketahui bahwa makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas kami dan agar pembaca mendaptkan beberapa informasi tentang perkembangan
fisik yang terjadipada remaja.
Kami menyadari segala keterbatasan yang ada pada diri
kami, baik pengetahuan maupun pengalaman dalam menyusun makalah ini. Oleh
karena itu sulitlah bagi kami untuk menyelesaikan makalah ini tanpa bantuan
dari berbagai pihak yang telah membantu dalam memberikan saran, dorangan, doa
serta semangat kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami
mengucapkan banyak terima kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat. Kami
menerima kritik dan saran dari pembaca.
Jogjakarta, 6 Oktober 2015
Penyusun
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Masa remaja
merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Masa remaja sering
digambarkan sebagai masa yang paling indah, dan tidak terlupakan karena penuh
dengan kegembiraan dan tantangan. Namun masa remaja juga identik dengan kata
pemberontakan, dalam istilah psikologi sendiri sering disebut sebagai masa strom and stress karena banyaknya
goncangan-goncangan dan perubahan-perubahan yang cukup radikal dalam.
Salah satu
perkembang yang terjadi pada masa remaja yaitu perkembangan fisik. Dalam masa
remaja, penampilan anak berubah sebagai hasil peritiwa pubertas yang hormonal,
mereka mengambil bentuk tubuh orang dewasa. Seiring dengan itu, pikiran (psikis)
mereka juga berubah dengan artian mereka lebih dapat berfikir abstrak dan hipotesis.
Perasaan remaja berubah hampir terhadap segala hal, semua bidang cakupan
perkembangan sebagai seorang remaja menghadapi tugas utama mereka, membangun
identitas termasuk identitas seksual yang akan terus mereka bawa sampai masa
dewasa.
Setiap
individu pada hakekatnya akan mengalami
pertumbuhan, berupa perubahan fisik menjadi lebih besar dan tinggi, dan
prosesnya berlangsung sejak berada dalam kandungan hingga dewasa. Setiap
individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan
karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan
dimiliki sejak lahir sebagai faktor biologis maupun psikologis. Setiap orang
memiliki ciri dan sifat yag unik (khas).
Hal-hal di
atas merupakan penting diketahui seorang pendidik maupun calon pendidik, agar dapat menguasai karakter siswa yang
merupakan subyek pembelajaran guna menciptakan suasana yang kondusif dalam
pembelajaran. Berdasarkan pemikiran tersebut maka penyusunan makalah ini diharapkan
dapat memberikan informasi bagi kita semua, khususnya calon pendidik tentang
pertumbuhan fisik remaja.
1.2
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan perkembangan?
2.
Apa yang dimaksud dengan perkembangan fisik pada masa remaja?
3.
Apa saja tahap
perubahan fisik pada remaja?
4. Apa saja yang termasuk dalam
karakteristik perkembangan fisik remaja?
5.
Bagaimana kondisi
yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja?
1.3 TUJUAN
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1.
Menjelaskan yang dimaksud dengan perkembangan
2.
Menjelaskan perkembangan fisik
pada masa remaja
3.
Menjelaskan tahap perubahan fisik pada masa remaja
4.
Mengetahui karakteristik
perkembangan fisik pada remaja
5.
Mengetahui kondisi apa saja yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja
1.4 METODE
Metode yang
digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan mencari sumber-sumber
referensi baik dari internet maupun buku-buku.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perkembangan
Remaja
Perkembangan
merupakan suatu proses menuju kedewasaan yang tidak dapat diukur, namun tahap
perkembangan tersebut dapat ditandai dengan beberapa perubahan pada fisik dan
sikap seseorang. Pertkembangan fisik yang merupakan ciri seorang anak sudah
berkembang menjadi remaja adalah munculnya ciri kelamin utama (primer) dan ciri
kelamin kedua (sekunder). (Sobur. 2003)
Menurut Desmita
(2006) Perkembangan fisik pada masa remaja tersebut berawal pada masa pubertas,
yaitu masa kematangan dalam aspek hormonal dan perubahan fisik. Saat seorang anak
memasuki masa remaja atau sering disebut juga masa pubertas, terjadi
perkembangan pada fisik and memiliki kemampuan untuk bereproduksi. Pada masa
pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi
1. FSH (Follicle Stimulating
Hormone)
2. LH (Luteinzing Hormone)
Pada anak
perempuan, FSH dan LH akan merangsang pertumbuhan ekstrogen and progesteron
yang merupakan 2 jenis hormon kewanitaan. Sedangkan pada anak laki-laki, LH
akan merangsang pertumbuhan testosteron. (Desmita.2006)
Dengan
adanya perubahan fisik kecanggungan pada
masa puber dan awal masa remaja pada umumnya menghilang, karena remaja besar
sudah mempunyai waktu tertentu untuk mengawasi tubuhnya yang bertambah besar.
Mereka juga terdorong untuk menggunakan kekuatan yang diperoleh dan selanjutnya
merupakan bantuan untuk mengatasi kecangguangan yang timbul kemudian.
Karena
kekuatan mengikuti pertumbuhan otot, anak laki-laki pada umumnya menunjukkan
kekuatan yang terbesar pada usia 14 tahun, sedangkan anak perempuan menunjukkan
kemajuan pada usia ini dan kemudian ditinggalkan karena perubahan minat lebih
daripada kurangnya kemampuan.
2.2 Tahap Perubahan Fisik Pada Remaja
Perubahan fisik selama masa remaja
dibagi menjadi beberapa tahap:
1. Menurut Sunarto (1999) Tahap Perubahan Eksternal yaitu :
a. Perubahan Tinggi Badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tingkat
matang pada usia antara 16 dan 18 tahun, rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun
setelahnya.
Perubahan tinggi badan remaja
dipengaruhi asupan makanan yang diberikan, pada anak yang diberikan imunisasi
pada masa bayi cenderung lebih tinggi dipada anak yang tidak mendapatkan
imunisasi. Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak menderita sakit
sehingga pertumbuhannya terlambat.
b. Perubahan Berat Badan
Perubahan berat badan mengikuti
jadwal yang sama dengan perubahan tinggi badan, perubahan berat badan terjadi
akibat penyebaran lemak pada bagian-bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit
lemak atau bahkan tidak mengandung lemak.
Ketidakseimbangan perubahan tinggi
badan dengan berat badan menimbulkan ketidak idealan badan anak, jika perubahan
tinggi badan lebih cepat dari berat badan, maka bentuk tubuh anak menjadi
jangkung (tinggi kurus), sedangkan jika perubahan berat badan lebih cepat dari
perubahan tinggi badan, maka bentuk tubuh anak menjadi gemuk gilik (gemuk
pendek).
c. Perubahan Proposi Tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun
mencapai perbandingan yang tumbuh baik(berkisar pada umur 8-18 tahun). Misalnya, badan melebar dan
memanjang sehingga anggota badan tidak lagi kelihatan terlalu pandang.
d. Perubahan Organ Seks
Baik laki-laki maupun perempuan,
organ seks mengalami ukuran matang pada akhir masa remaja (berkisar
pada umur 8-16 tahun),
namun fungsinya belum matang sampai
beberapa tahun kemudian.
e. Perubahan Ciri-ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama,
perkembangannya matang pada akhir masa remaja.
Ciri sekunder tersebut antara lain
ditandai dengan tumbuhnya kumis dan jakun pada laki-laki (12-15
tahun),
sedangkan pada perempuan ditandai dengan membesarnya payudara (8-16
tahun).
2. Tahap Perubahan Internal
Menurut Hartinah (2010) Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan
tidak tampak dari luar. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian
remaja. Perubahan tersebut adalah:
a.
Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan
tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah panjang dan bertambah
besar, otot-otot diperut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat,
hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
b.
Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa
remaja, pada usia 17 atau 18, beratnya 12 kali berat pada waktu lahir. Panjang
dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mulai mencapai tingkat kematangan.
c.
Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan
hampir matang pada usia 17 tahun.
Anak laki-laki mencapai tingkat
kematangan beberapa tahun kemudian setelah anak perempuan.
d.
Sistem Endokrin
Kegiatan gonad yang meningkat pada
masa pubertas
menyebabkan ketidak seimbangan sementara dari seluruh sistem endokrin pada masa
awal puber hingga puncak masa remaja (8-18). Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi,
meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal
masa dewasa.
e.
Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti
rata-rata pada usia 18 tahun. Jaringan selain tulang, khususnya bagi
perkembangan otot, terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang.
2.3
Karakteristik Perkembangan Remaja
Menurut
Sarlito (1986) karakteristik perkembangan fisik yang terjadi pada pria dan
wanita asalah sebagai berikut :
1.
Ciri-ciri kelamin primer
a.
Mulai berfungsinya organ reproduksi
Organ
reproduksi pada laki-laki (testis) mulai berfungsi menghasilkan hormon
testosteron. Testosteron berfungsi merangsang testis untuk menghasilkan sperma. Organ reproduksi
pada perempuan (ovarium) mulai memproduksi hormon estrogen dan
progesteron. Hormon ini memengaruhi perkembangan organ reproduksi
perempuan. Selain
itu, juga memenga-ruhi ovulasi,
yaitu pematangan sel telur dan pelepasan sel telur dari ovarium.
b.
Laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami menstruasi
Seiring
dengan produksi sperma yang meningkat, pada anak laki-laki terjadi mimpi
basah. Mimpi basah pertama dapat dijadikan tanda bahwa seorang laki-laki
telah akil balig. Organ reproduksi yang telah aktif pada anak perempuan
ditandai dengan terjadinya menstruasi. Ketika memasuki masa pubertas,
indung telur (ovarium) pada perempuan mulai aktif dan mampu
menghasilkan sel telur (ovum).
2. Ciri-ciri kelamin sekunder
Ciri-ciri
kelamin sekunder berupa perubahan fisik.
a. Ciri-ciri
kelamin sekunder anak perempuan (usia)
·
Payudara mulai membesar
(8–13 tahun)
·
Lonjakan tinggi badan (8–13 tahun)
·
Muncul rambut kemaluan (8–14 tahun)
·
Lonjakan kekuatan (9–14 tahun)
·
Puncak lonjakan
tinggi badan (10–13,5 tahun)
·
Menstruasi pertama (10–15 tahun)
·
Membesarnya buah
dada (payudara) tuntas (10–16 tahun)
·
Tinggi badan
dewasa tercapai (10–16 tahun)
b. Ciri-ciri
kelamin sekunder anak laki-laki (usia)
·
Membesarnya Buah
zakar (testis) (9–13 tahun)
·
Lonjakan tinggi badan (10–16 tahun)
·
Muncul
rambut kemaluan (10–15 tahun)
·
Penis mulai
membesar (10–14 tahun)
·
Mimpi basah
pertama (12–16 tahun)
·
muncul
jakun (13–15 tahun)
·
Suara membesar (14–15 tahun)
·
muncul
rambut kumis/jambang (12–15 tahun)
·
membesarnya
penis tuntas (12–16 tahun)
·
Puncak lonjakan
kekuatan (13–17 tahun)
·
Tinggi badan dewasa
tercapai (13–18 tahun)
Perbedaan perkembangan fisik pria dan wanita :
|
Aspek
|
Pria
|
wanita
|
keterangan
|
|
Mimpi
basah
|
ada
|
Tidak ada
|
-
|
|
Perkembangan
organ testis dan penis
|
ada
|
Tidak ada
|
Wanita
tidak memiliki organ testis
|
|
Haid
|
Tidak ada
|
Ada
|
Pada pria
tidak memiliki ovarium dan rahim
|
|
Perkembangan
kelenjar air susu
|
Tidak ada
|
Ada
|
Dipengaruhi
oleh Estrogen, pria yang memiliki hormon ini payudaranya akan keliahatan membesar
namun tidak menghasilkan air susu
|
|
Muncul
rambut dada
|
ada
|
Tidak ada
|
-
|
|
Muncul
jakun
|
ada
|
Tidak ada
|
-
|
|
Perubahan
suara
|
ada
|
Ada
|
Perubahan
suara pria menjadi lebih berat sedangkan pada wanita menjadi lebih halus
|
2.4 Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Perkembangan Fisik Remaja
Perkembangan
fisik erat hubungannya dengan kondisi
remaja. Kondisi yang baik berdampak baik pada pertumbuhan fisik remaja,
demikian pula sebaliknya.
Menurut Hurlock, H. B (1991) Adapun kondisi-kondisi yang
mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1.
Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga meliputi faktor
keturunan maupun faktor lingkungan. Karena faktor keturunan seorang anak dapat
lebih tinggi atau panjang dari anak lainnya, sehingga ia lebih berat tubuhnya,
jika ayah dan ibunya atau kakeknya tinggi dan panjang.
Contohnya : Rian dan Eca yang
memiliki tubuh yang tinggi karena ibu dan bapaknya tinggi, hal ini kaena factor
gen yang berasal dari orang tua mereka.
2.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan akan membantu
menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa dari
orang tuanya. Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian
rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan dimasa
remaja.
Contohnya : seorang anak yang lebih
tinggi saat karena bermain basket, karena saat bermain basket tempat dan gaya
bermain, memaksakan dia untuk melompot, berlari dan lainnya, yang melatih kerja
tulang dan otot sehingga lama kelamaan, dia semakin bertumbuh tinggi.
3.
Pengaruh Gizi
Anak yang mendapatkan gizi cukup
biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf
dewasa dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat gizi cukup.
Contohnya : seorang anak yang lebih
suka makan nasi, sayur, daging, buah dan minum susu, perkembangan fisiknya
seperti tinggi badan dan berat akan lebih bagus daripada anak yang kerdil
karena susah makanannya hanya nasi dan telur ayam.
4.
Gangguan Emosional
Anak yang sering mengalami gangguan
emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan dan ini
akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan dikelenjar
pituitary.
Bila terjadi hal demikian
pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang
seharusnya.
Contohnya : seorang yang stress akan
mengalami nafsu makan yang buruk, saat pikiran dan asupan gizi menjadi buru, ia
akan sakit dan mengalami penurunan kerja organ sehingga mengganggu
perkembangannya fisik seperti, menjadi kurus.
5.
Jenis Kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih
tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan, kecuali pada usia 12-15 tahun.
Anak perempuan biasanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak
laki-laki. Hal ini terjadi karena bentuk tulang dan otot pada anak
laki-laki berbeda dengan permpuan. Anak perempuan lebih cepat kematangannya
daripada laki-laki.
Contoh :
saat SMP anak perempuan lebih tinggi dari anak laki-laki, saat SMA, anak
laki-laki dengan cepat bertambah tinggi dan anak perempuan tidak bertambah
tinggi.
6.
Sifat Sosial Ekonomi
Anak yang berasal dari keluarga dengan
status sosial ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal
dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang tinggi.
Contohya :
anak yang erasal dari keluarga yang kaya akan mendapat asupan gizi yang
terjamin (4 sehat, 5 sempurna) daripada anak yang berasal dari keluarga yang
sederhana yang hanya bisa makan makanan seadanya seperti nasi dan tempe.
7.
Kesehatan
Kesehatan amat berpengaruh terhadap
pertumbuhan fisik remaja. Remaja yang berbadan sehat dan jarang sakit, biasanya
memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berat dibanding yang sering sakit.
Contohnya : anak yang mengalami
keterbelakangan mental, mereka mengalami perkembangan yang sama dengan anak
normal, namun perkembangan sekunder tidak sesuai dengan perkembangan primer.
Seperti kerdil, atau payudara yang tidak membesar, dan tinggi badan yang tidak
sesuai dengan anak normal
8.
Pengaruh Bentuk Tubuh
Pengaruh bentuk psikologis muncul
antara lain disebabkan oleh perubahan-perubahan fisik. Diantara perubahan fisik
yang sangat berpengaruh adalah
pertumbuhan tubuh (badan makin panjang dan tinggi), mulai berfungsinya
alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada perempuan dan “mimpi pertama”
pada laki-laki), dan tanda-tanda kelamin kedua yang tumbuh.
Contohnya : seorang yang memiliki
bentuk tulang yang besar, susah terlihat kurus karena bentuk tulang-tulangnya
yang sebenarnya besar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masa remaja merupakan masa dimana
terjadi perkebangan termasuk perkembangan fisik. Dalam perkembangan fisik ini,
beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Seperti, perubaha
eksternal dan perubahan internal. Perubahan eksternal yaitu perubahan yamg
dapat dilihat (diamati) dan perubahan internal mencakup perubahan organ bagian
dalam tubuh. Adapun perkembangan remaja ini dipengaruhi juga oleh
kondisi-kondisi pada remaja seperti kesehatan, emosi dan beberapa hal lainnya.
3.2 Saran
Oleh karena masa remaja adalah masa
peralihan yang sangat akan sangat fatal jika mengalami perlakuan yang salah,
baiknya selalu ada perhatian dari keluarga, namun jangan sampai terkesan
berlebihan dan mengekang remaja, karena dapt meyebabkan mental yang kebal dan
acuh tak acuh. Sebaiknya remaja tetap diberikan perhatian dan kepercayaan,
sehingga mereka dapat berkembang dengan baik dan tanpa tekanan.
DAFTAR
PUSTAKA
Desmita. 2006. Psykologi
Perkembangan. Bandung : Rosdakarya
Hurlock, H. B. 1991. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan
Iswidayanti, dkk. Jakarta: Erlangga.
Hartinah,sitti.
2010.Perkembangan peserta didik. Bandung : PT Refika Aditama
Sarlito. 1986. Peran Orangtua Dalam Pendidikan Seks. Jakarta : CV. Rajawali
Sobur, Alex ( 2003 ). Psykologi Umum. Bandung. Pustaka
Setia
Sunarto.
Ny. Hartono Agung.
1999. Perkembangan
Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta