Saturday, 7 November 2015

MAKALAH PSIKOLOGI REMAJA PERKEMBANGAN FISIK PADA REMAJA


MAKALAH PSIKOLOGI REMAJA
PERKEMBANGAN FISIK PADA REMAJA




Disusun Oleh  :
Silvina Erna (141434011)
Fransiska Awang Nilamaya (141434026)
Maria Lestari Wea Betu (141434073)
Maria Gabriela Walman Ratu (141434078)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang telah melimpahkan rahmat dan berkatNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Perkembangan Fisik Remaja ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Sebagaimana diketahui bahwa makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kami dan agar pembaca mendaptkan beberapa informasi tentang perkembangan fisik yang terjadipada remaja.
Kami menyadari segala keterbatasan yang ada pada diri kami, baik pengetahuan maupun pengalaman dalam menyusun makalah ini. Oleh karena itu sulitlah bagi kami untuk menyelesaikan makalah ini tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah membantu dalam memberikan saran, dorangan, doa serta semangat kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami mengucapkan banyak terima kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat. Kami menerima kritik dan saran dari pembaca.


       Jogjakarta, 6 Oktober 2015

   Penyusun



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Masa remaja merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Masa remaja sering digambarkan sebagai masa yang paling indah, dan tidak terlupakan karena penuh dengan kegembiraan dan tantangan. Namun masa remaja juga identik dengan kata pemberontakan, dalam istilah psikologi sendiri sering disebut sebagai masa strom and stress karena banyaknya goncangan-goncangan dan perubahan-perubahan yang cukup radikal dalam.
Salah satu perkembang yang terjadi pada masa remaja yaitu perkembangan fisik. Dalam masa remaja, penampilan anak berubah sebagai hasil peritiwa pubertas yang hormonal, mereka mengambil bentuk tubuh orang dewasa. Seiring dengan itu, pikiran (psikis) mereka juga berubah dengan artian mereka lebih dapat berfikir abstrak dan hipotesis. Perasaan remaja berubah hampir terhadap segala hal, semua bidang cakupan perkembangan sebagai seorang remaja menghadapi tugas utama mereka, membangun identitas termasuk identitas seksual yang akan terus mereka bawa sampai masa dewasa.
Setiap individu pada hakekatnya akan mengalami pertumbuhan, berupa perubahan fisik menjadi lebih besar dan tinggi, dan prosesnya berlangsung sejak berada dalam kandungan hingga dewasa. Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan dimiliki sejak lahir sebagai faktor biologis maupun psikologis. Setiap orang memiliki ciri dan sifat yag unik (khas).
Hal-hal di atas merupakan penting diketahui seorang pendidik maupun calon pendidik,  agar dapat menguasai karakter siswa yang merupakan subyek pembelajaran guna menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajaran. Berdasarkan pemikiran tersebut maka penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi kita semua, khususnya calon pendidik tentang pertumbuhan fisik remaja.
  
1.2        RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan perkembangan?
2. Apa yang dimaksud dengan perkembangan fisik pada masa remaja?
3. Apa saja tahap perubahan fisik pada remaja?
4. Apa saja yang termasuk dalam karakteristik perkembangan fisik remaja?
5. Bagaimana kondisi yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja?

1.3 TUJUAN
          Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1.      Menjelaskan yang dimaksud dengan perkembangan
2.      Menjelaskan perkembangan fisik pada masa remaja
3.      Menjelaskan tahap perubahan fisik pada masa remaja
4.      Mengetahui karakteristik perkembangan fisik pada remaja
5.      Mengetahui kondisi apa saja yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja

1.4 METODE
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan mencari sumber-sumber referensi baik dari internet maupun buku-buku.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perkembangan Remaja
Perkembangan merupakan suatu proses menuju kedewasaan yang tidak dapat diukur, namun tahap perkembangan tersebut dapat ditandai dengan beberapa perubahan pada fisik dan sikap seseorang. Pertkembangan fisik yang merupakan ciri seorang anak sudah berkembang menjadi remaja adalah munculnya ciri kelamin utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder). (Sobur. 2003)
Menurut Desmita (2006) Perkembangan fisik pada masa remaja tersebut berawal pada masa pubertas, yaitu masa kematangan dalam aspek hormonal dan perubahan fisik. Saat seorang anak memasuki masa remaja atau sering disebut juga masa pubertas, terjadi perkembangan pada fisik and memiliki kemampuan untuk bereproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi
1. FSH (Follicle Stimulating Hormone)
2. LH (Luteinzing Hormone)
Pada anak perempuan, FSH dan LH akan merangsang pertumbuhan ekstrogen and progesteron yang merupakan 2 jenis hormon kewanitaan. Sedangkan pada anak laki-laki, LH akan merangsang pertumbuhan testosteron. (Desmita.2006)
Dengan adanya perubahan fisik kecanggungan pada masa puber dan awal masa remaja pada umumnya menghilang, karena remaja besar sudah mempunyai waktu tertentu untuk mengawasi tubuhnya yang bertambah besar. Mereka juga terdorong untuk menggunakan kekuatan yang diperoleh dan selanjutnya merupakan bantuan untuk mengatasi kecangguangan yang timbul kemudian.
Karena kekuatan mengikuti pertumbuhan otot, anak laki-laki pada umumnya menunjukkan kekuatan yang terbesar pada usia 14 tahun, sedangkan anak perempuan menunjukkan kemajuan pada usia ini dan kemudian ditinggalkan karena perubahan minat lebih daripada kurangnya kemampuan.


2.2 Tahap Perubahan Fisik Pada Remaja
Perubahan fisik selama masa remaja dibagi menjadi beberapa tahap:
1. Menurut Sunarto (1999) Tahap Perubahan Eksternal yaitu :
a. Perubahan Tinggi Badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tingkat matang pada usia antara 16 dan 18 tahun, rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun setelahnya.
Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi asupan makanan yang diberikan, pada anak yang diberikan imunisasi pada masa bayi cenderung lebih tinggi dipada anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak menderita sakit sehingga pertumbuhannya terlambat.

b. Perubahan Berat Badan
Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi badan, perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian-bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan tidak mengandung lemak.
Ketidakseimbangan perubahan tinggi badan dengan berat badan menimbulkan ketidak idealan badan anak, jika perubahan tinggi badan lebih cepat dari berat badan, maka bentuk tubuh anak menjadi jangkung (tinggi kurus), sedangkan jika perubahan berat badan lebih cepat dari perubahan tinggi badan, maka bentuk tubuh anak menjadi gemuk gilik (gemuk pendek).

c. Perubahan Proposi Tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai perbandingan yang tumbuh baik(berkisar pada umur 8-18 tahun). Misalnya, badan melebar dan memanjang sehingga anggota badan tidak lagi kelihatan terlalu pandang.

d. Perubahan Organ Seks
Baik laki-laki maupun perempuan, organ seks mengalami ukuran matang pada akhir masa remaja (berkisar pada umur 8-16 tahun), namun fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian.

e. Perubahan Ciri-ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama, perkembangannya matang pada akhir masa remaja.
Ciri sekunder tersebut antara lain ditandai dengan tumbuhnya kumis dan jakun pada laki-laki (12-15 tahun), sedangkan pada perempuan ditandai dengan membesarnya payudara (8-16 tahun).

2. Tahap Perubahan Internal
Menurut Hartinah  (2010) Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Perubahan tersebut adalah:
a.    Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-otot diperut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.

b.   Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia 17 atau 18, beratnya 12 kali berat pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mulai mencapai tingkat kematangan.

c.    Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia 17 tahun. Anak laki-laki mencapai tingkat kematangan beberapa tahun kemudian setelah anak perempuan.

d.   Sistem Endokrin
Kegiatan gonad yang meningkat pada masa pubertas menyebabkan ketidak seimbangan sementara dari seluruh sistem endokrin pada masa awal puber hingga puncak masa remaja (8-18). Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.

e.    Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia 18 tahun. Jaringan selain tulang, khususnya bagi perkembangan otot, terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang.

2.3 Karakteristik Perkembangan Remaja
Menurut Sarlito (1986) karakteristik perkembangan fisik yang terjadi pada pria dan wanita asalah sebagai berikut :
1. Ciri-ciri kelamin primer
a. Mulai berfungsinya organ reproduksi
    Organ reproduksi pada laki-laki (testis) mulai berfungsi menghasilkan hormon testosteron. Testosteron berfungsi merangsang testis untuk menghasilkan sperma. Organ reproduksi pada perempuan (ovarium) mulai memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini memengaruhi perkembangan organ reproduksi perempuan. Selain itu, juga memenga-ruhi ovulasi, yaitu pematangan sel telur dan pelepasan sel telur dari ovarium.

b. Laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami menstruasi 
       Seiring dengan produksi sperma yang meningkat, pada anak laki-laki terjadi mimpi basah. Mimpi basah pertama dapat dijadikan tanda bahwa seorang laki-laki telah akil balig. Organ reproduksi yang telah aktif pada anak perempuan ditandai dengan terjadinya menstruasi. Ketika memasuki masa pubertas, indung telur (ovarium) pada perempuan mulai aktif dan mampu menghasilkan sel telur (ovum).

2. Ciri-ciri kelamin sekunder
Ciri-ciri kelamin sekunder berupa perubahan fisik.
a.    Ciri-ciri kelamin sekunder anak perempuan (usia)
·         Payudara mulai membesar  (8–13 tahun)
·         Lonjakan tinggi badan (8–13 tahun)
·         Muncul  rambut kemaluan  (8–14 tahun)
·         Lonjakan kekuatan  (9–14 tahun)
·         Puncak lonjakan tinggi badan  (10–13,5 tahun)
·         Menstruasi pertama  (10–15 tahun)
·         Membesarnya buah dada (payudara) tuntas (10–16 tahun)
·         Tinggi badan dewasa tercapai (10–16 tahun)

b.   Ciri-ciri kelamin sekunder  anak laki-laki (usia)
·         Membesarnya Buah zakar (testis)  (9–13 tahun)
·         Lonjakan tinggi badan (10–16 tahun)
·         Muncul rambut kemaluan (10–15 tahun)
·         Penis mulai membesar (10–14 tahun)
·         Mimpi basah pertama (12–16 tahun)
·         muncul jakun (13–15 tahun)
·         Suara membesar (14–15 tahun)
·         muncul rambut kumis/jambang (12–15 tahun)
·         membesarnya penis tuntas (12–16 tahun)
·         Puncak lonjakan kekuatan (13–17 tahun)
·         Tinggi badan dewasa tercapai (13–18 tahun)

Perbedaan perkembangan fisik pria dan wanita :
Aspek
Pria
wanita
keterangan
Mimpi basah
ada
Tidak ada
-
Perkembangan organ testis dan penis
ada
Tidak ada
Wanita tidak memiliki organ testis
Haid
Tidak ada
Ada
Pada pria tidak memiliki ovarium dan rahim
Perkembangan kelenjar  air susu

Tidak ada
Ada
Dipengaruhi oleh Estrogen, pria yang memiliki hormon ini payudaranya akan keliahatan membesar namun tidak menghasilkan air susu
Muncul rambut dada
ada
Tidak ada
-
Muncul jakun
ada
Tidak ada
-
Perubahan suara
ada
Ada
Perubahan suara pria menjadi lebih berat sedangkan pada wanita menjadi lebih halus

2.4  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik Remaja
Perkembangan fisik erat hubungannya  dengan kondisi remaja. Kondisi yang baik berdampak baik pada pertumbuhan fisik remaja, demikian pula sebaliknya.
Menurut Hurlock, H. B (1991) Adapun kondisi-kondisi yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1.      Pengaruh Keluarga
      Pengaruh keluarga meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Karena faktor keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang dari anak lainnya, sehingga ia lebih berat tubuhnya, jika ayah dan ibunya atau kakeknya tinggi dan panjang.
Contohnya : Rian dan Eca yang memiliki tubuh yang tinggi karena ibu dan bapaknya tinggi, hal ini kaena factor gen yang berasal dari orang tua mereka.

2.      Faktor Lingkungan
     Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa dari orang tuanya. Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan dimasa remaja.
Contohnya : seorang anak yang lebih tinggi saat karena bermain basket, karena saat bermain basket tempat dan gaya bermain, memaksakan dia untuk melompot, berlari dan lainnya, yang melatih kerja tulang dan otot sehingga lama kelamaan, dia semakin bertumbuh tinggi.


3.      Pengaruh Gizi
    Anak yang mendapatkan gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf dewasa dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat gizi cukup.
Contohnya : seorang anak yang lebih suka makan nasi, sayur, daging, buah dan minum susu, perkembangan fisiknya seperti tinggi badan dan berat akan lebih bagus daripada anak yang kerdil karena susah makanannya hanya nasi dan telur ayam.

4.      Gangguan Emosional
    Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan dikelenjar pituitary.
Bila terjadi hal demikian pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.
Contohnya : seorang yang stress akan mengalami nafsu makan yang buruk, saat pikiran dan asupan gizi menjadi buru, ia akan sakit dan mengalami penurunan kerja organ sehingga mengganggu perkembangannya fisik seperti, menjadi kurus.
5.      Jenis Kelamin
     Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan, kecuali pada usia 12-15 tahun. Anak perempuan biasanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Hal ini terjadi karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki berbeda dengan permpuan. Anak perempuan lebih cepat kematangannya daripada laki-laki.
Contoh : saat SMP anak perempuan lebih tinggi dari anak laki-laki, saat SMA, anak laki-laki dengan cepat bertambah tinggi dan anak perempuan tidak bertambah tinggi.

6.      Sifat Sosial Ekonomi
   Anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang tinggi.
Contohya : anak yang erasal dari keluarga yang kaya akan mendapat asupan gizi yang terjamin (4 sehat, 5 sempurna) daripada anak yang berasal dari keluarga yang sederhana yang hanya bisa makan makanan seadanya seperti nasi dan tempe.

7.      Kesehatan
      Kesehatan amat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik remaja. Remaja yang berbadan sehat dan jarang sakit, biasanya memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berat dibanding yang sering sakit.
Contohnya : anak yang mengalami keterbelakangan mental, mereka mengalami perkembangan yang sama dengan anak normal, namun perkembangan sekunder tidak sesuai dengan perkembangan primer. Seperti kerdil, atau payudara yang tidak membesar, dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan anak normal

8.      Pengaruh Bentuk Tubuh
   Pengaruh bentuk psikologis muncul antara lain disebabkan oleh perubahan-perubahan fisik. Diantara perubahan fisik yang sangat berpengaruh  adalah pertumbuhan tubuh (badan makin panjang dan tinggi), mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada perempuan dan “mimpi pertama” pada laki-laki), dan tanda-tanda kelamin kedua yang tumbuh.
Contohnya : seorang yang memiliki bentuk tulang yang besar, susah terlihat kurus karena bentuk tulang-tulangnya yang sebenarnya besar.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
    Masa remaja merupakan masa dimana terjadi perkebangan termasuk perkembangan fisik. Dalam perkembangan fisik ini, beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Seperti, perubaha eksternal dan perubahan internal. Perubahan eksternal yaitu perubahan yamg dapat dilihat (diamati) dan perubahan internal mencakup perubahan organ bagian dalam tubuh. Adapun perkembangan remaja ini dipengaruhi juga oleh kondisi-kondisi pada remaja seperti kesehatan, emosi dan beberapa hal lainnya.

3.2 Saran
    Oleh karena masa remaja adalah masa peralihan yang sangat akan sangat fatal jika mengalami perlakuan yang salah, baiknya selalu ada perhatian dari keluarga, namun jangan sampai terkesan berlebihan dan mengekang remaja, karena dapt meyebabkan mental yang kebal dan acuh tak acuh. Sebaiknya remaja tetap diberikan perhatian dan kepercayaan, sehingga mereka dapat berkembang dengan baik dan tanpa tekanan.

DAFTAR PUSTAKA

Desmita. 2006. Psykologi Perkembangan. Bandung : Rosdakarya

Hurlock, H. B. 1991. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan Iswidayanti, dkk. Jakarta: Erlangga.

Hartinah,sitti. 2010.Perkembangan peserta didik. Bandung : PT Refika Aditama

Sarlito. 1986. Peran Orangtua Dalam Pendidikan Seks. Jakarta : CV. Rajawali

Sobur, Alex ( 2003 ). Psykologi Umum. Bandung. Pustaka Setia

Sunarto. Ny. Hartono Agung. 1999. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta





No comments:

Post a Comment

Anda sopan kami segan